Sabtu, 13 Agustus 2016

KARYA TULIS JAKARTA BANDUNG

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Jenis Kegiatan
Laporan Perjalanan Jakarta-Bandung dengan tujuan memenuhi salah tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia semester genap kelas VIII di SMP Negeri 3 Godong tahun pelajaran 2015/2016

B.       Tujuan Kegiatan Didalam Perjalanan.           
1.        Memenuhi salah satu tugas Bahasa Indonesia.
2.        Menambah pengetahuan dari segi teknologi modern dan berwawasan luas
3.        Menumpuk rasa cinta tanah air dan mempererat persaudaraan
4.        Menyusun laporan perjalanan Jakarta-Bandung

C.      Peserta.
Jumlah peserta yang mengikuti Jakarta-Bandung adalah seluruh kelas VII ditambah dengan guru-guru pembimbing sebagai pengawas.

D.      Waktu Pelaksanaan Perjalanan
Study Tour dilaksanakan pada hari selasa,15 maret 2016 dengan diberangkatkan dari halaman SMP Negeri 3 pukul 10.00 WIB, kegiatan ini berjalan selama 4 hari.

E.       Tempat / lokasi yang dituju Di Jakarta Dan Bandung.
1.     Museum Lubang Buaya
2.     TMII
3.     Musium transportasi TMII
4.     PP Iptek
5.     Tran Studio Bandung
6.     Cibaduyut




BAB II
OBYEK WISATA YANG DIKUNJUNGI

A.      Monumen Pancasila Sakti (Lubang Buaya)
Monumen Pancasila Sakti dibangun atas gagasan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Dibangun di atas tanah seluas 14,6 hektare. Monumen ini dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.
Keenam pahlawan revolusi tersebut adalah:
-        Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
-        Mayjen TNI R. Suprapto
-        Mayjen TNI M.T. Haryono
-        Mayjen TNI Siswondo Parman
-        Brigjen TNI DI Panjaitan
-        Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Monumen yang terletak di daerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur ini, berisikan bermacam-macam hal dari masa pemberontakan G30S - PKI, seperti pakaian asli para Pahlawan Revolusi.

1.      Sejarah Dibangunnya Monumen Pancasila Sakti

Monumen ini terletak Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di sebelah selatan terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, sebelah utara adalah Bandar Udara Halim Perdanakusuma, sedangkan sebelah timur adalah Pasar Pondok Gede, dan sebelah barat, Taman Mini Indonesia Indah.
Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai tempat pembuangan terakhir para korban Gerakan 30 September 1965 (G30S).
Di kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S. Sumur tua itu berdiameter 75 Cm.

2.      Kompleks Monumen

Monumen ini berdiri di atas lahan seluas 9 Hektar dan tediri dari beberapa tempat yang bersejarah Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), Sumur Tua tempat membuang jenazah 7 Pahlawan Revolusi, Rumah Penyiksaan, Pos Komando, Dapur Umum, Mobil-Mobil tua peninggalan Pahlawan Revolusi dan Museum Paseban.

3.      Museum Pengkhianatan PKI (Komunis)

Museum Pengkhianatan PKI menceritakan sejarah pemberontakan-pemberontakan PKI yang bertujuan menggantikan dasar negara Pancasila dengan komunis yang bertentangan dengan Pancasila, sampai pada pemberontakan kedua yang terkenal dengan nama Gerakan Tiga Puluh September atau G-30-S/PKI, diawal pintu masuk kita akan disambut dengan beberapa koleksi foto Pemberontakan PKI, Pengangkatan Jenazah 7 Pahlawan revolusi, dan beberapa diorama yang menceritakan tentang Pemberontakan PKI di berbagai Daerah di Indonesia.

4.      Sumur Maut

Sumur Tua ini adalah tempat membuang 7 Pahlawan Revolusi: - Jend. Anumerta Ahmad Yani - Mayjen. Anumerta Donald Isaaccus Panjaitan - Letjen. Anumerta M.T. Haryono - Kapten CZI Anumerta Pierre Andreas Tendean - Letjen. Anumerta Siswandono Parman - Letjen. Anumerta Suprapto - Mayjen. Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
Jenazah ke-7 pahlawan itu ditemukan di sebuah sumur tua yang sekarang dinamai Lubang Buaya , di daerah Lubang Buaya , dekat lapangan terbang Halim Perdanakusumah, Jakarta. Sedangkan jenazah Brigjen Katamso Dharmakusumo dan Kol. Sugiyono Mangunwiyoto ditemukan di Desa Kentungan, Yogyakarta. Selain itu, gugur pula AIP II Brimob Karel Sasuit Tubun dan Ade Irma Suryani Nasution, putri dari Jend. A.H: Nasution.

5.      Rumah Penyiksaan

Rumah Penyiksaan adalah tempat para Pahlawan Revolusi disiksa untuk menandatangani surat pernyataan untuk mendukung komunisme di Indonesia, mereka disiksa seblum akhirnya dibunuh, ditempat ini ditampilkan diorama penyiksaan 7 pahlawan Revolusi beserta kisah dimulainya Pemberontakan PKI, dahulu tempat ini merupakan sebuah sekolah rakyat atau sekarang lebih dikenal SD dan dialih fungsikan oleh PKI sebagai tempat penyiksaan kejam para Pahlawan Revolusi.

6.      Pos Komando

Tempat ini adalah milik seorang penduduk RW 02 Lubang Buaya bernama Haji Sueb. Tampat ini dipakai oleh pimpinan G/30S/PKI yaitu Letkol Untung dalam rangka perencanaan Penculikan terhadap 7 Pahlawan Revolusi, di dalamnya masih ada barang-barang asli yang menjadi saksi bisu kekejaman PKI seperti : 3 buah Petromaks, Mesin Jahit, dan Lemari Kaca.

7.      Dapur Umum

Tempat ini sebenarnya sebuah rumah yang dialihfungsikan oleh PKI sebagai dapur Umum, rumah yang statusnya milik Ibu Amroh ini dipakai sebagai tempat sarana konsumsi anggota G30S/PKI, oleh karaena itu Ibu Amroh yang sehari-harinya berjualan Pakaian keliling meninggalkan rumah dalam keadaan tidak terkunci dan diperintahkan oleh para anggota PKI untuk meninggalkan rumahnya dalam keadaan terkunci, tetapi saat kembali ternyata rumahnya sudah dalam keadaan berantakan, hanpir semua benda di rumah tersebut menghilang.

8.      Museum Paseban

Museum Paseban yang terletak di Kompleks Monumen Pahlawan Revolusi ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 1 Oktober 1981 bertepatan dengan Dwi Wndu Hari Kesaktian Pancasila, di dalam ruangan ini terdapat beberapa diorama sebagai berikut:
-          Rapat-Rapat Persiapan Pemberontakan (September 1965)
-          Latihan sukarelawan di Lubang Buaya (5 Juli-30 September 1965)
-          Penculikan Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani (1 Oktober 1965)
-          Penganiayaan di Lubang Buaya (1 Oktober 1965)
-          Pengamanan Lanuma Halim Perdanakusuma (2 Oktober 1965)
-          Pengangkatan Jenazah Pahlawan Revolusi (4 Oktober 1965)
-          Proses lahirnya Supersemar (11 Maret 1966)
-          Pelantikan Jenderal Soeharto sebagai Presiden (12 Maret 1967)
-          Tindak Lanjut Pelarangan PKI (26 Juni 1982)
Usaha terhadap Pemerintah RI dan mengganti dasar negara Pancasila telah dua kali dijalankan, yang pertama pada tahun 1948, dikenal sebagai pemberontakan PKI Muso di Madiun dan yang kedua ialah pemberontakan G 30 S PKI dalam bulan September 1965. Selain itu tempat ini juga terdapat Foto ke 7 Pahlawan Revolusi, yang ukuran foto tersebut sudah diperbesar dari aslinya.Dan adanya Ruang Relik yang merupakan tempat dipamerkannya barang-barang, terutama pakaian yang mereka kenakan ketika mereka d culik, di siksa, sampai akhirnya di bunuh, berikut dengan hasil visum dari dokter. Selain itu terdapat pula Aqualungsebuah alat bantu pernapasan yang digunakan untuk mengangkat jenazah 7 Pahlawan Revolusi dari dalam sumur tua.
Selain itu terdapat pula Ruang Teater yang memutar rekaman bersejarah pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi, Pemakaman ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan lain-lain, masa putar rekaman ini kurang lebih 30 menit.Dan terdapat Ruang pameran Foto yang menyajikan foto-foto pengangkatan Jenazah Pahlawan Revolusi dan pemakamannya di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

B.       Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6°18′6.8″LS,106°53′47.2″BT. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Di samping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.

Sejarah
Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah", yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.
TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektare. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.[2]
Logo dan maskot
TMII memiliki logo yang pada intinya terdiri atas huruf TMII, Singkatan dari "Taman Mini Indonesia Indah". Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini "Indonesia Indah" ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.
Bagian-bagian TMII
Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan corak bangunan yang berbeda, bahkan tidak jarang satu suku bangsa memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat. Anjungan ini juga menampilkan baju dan pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan. Semuanya ini dimaksudkan untuk memberi informasi lengkap mengenai cara hidup tradisional berbagai suku bangsa di Indonesia. Setiap anjungan provinsi juga dilengkapi panggung, amfiteater atau auditorium untuk menampilkan berbagai tarian tradisional, pertunjukan musik daerah, dan berbagai upacara adat yang biasanya digelar pada hari Minggu. beberapa anjungan juga dilengkapi kafetaria atau warung kecil yang menyajikan berbagai Masakan Indonesia khas provinsi tersebut, serta dilengkapi toko cenderamata yang menjual berbagai kerajinan tangan, kaus, dan berbagai cenderamata.
Sejak tahun 1975 hingga tahun 2000 rancangan asli TMII terdiri atas anjungan rumah adat dari 27 provinsi di Indonesia, termasuk Timor Timur. Akan tetapi setelah Timor Leste merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 2002, status anjungan Timor Timur berubah menjadi Museum Timor Timur. Selain itu karena kini Indonesia terdiri atas 33 provinsi, anjungan-anjungan provinsi baru seperti Bangka Belitung, Banten, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Papua Barat telah dibangun di sudut Timur Laut TMII, walaupun ukuran dan luas anjungan provinsi baru ini jauh lebih kecil dari anjungan provinsi yang telah dibangun sebelumnya.

C.      Pusat Peragaan IPTEK -TMII
Pusat Peragaan Iptek atau biasa disingkat PP-Iptek yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, digagas oleh mantan Presiden RI Prof. Dr. BJ Habibie pada 1984, saat masih menjabat Menteri Riset dan Teknologi di masa pemerintahan Presiden Soeharto. Di sini masyarakat dari semua generasi bisa belajar banyak mengenai beragam ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu usaha menumbuhkembangkan budaya iptek di kalangan masyarakat.
Habibie melihat Indonesia perlu memiliki science centre agar masyarakat bisa mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbukti mampu mengangkat harkat kehidupan manusia. Melalui sebuah surat keputusan (SK Menristek No.15/M/Kp/IX/1984) maka dibentuklah sebuah tim untuk mewujudkan science centre. Tim ini melakukan studi banding ke beberapa negara dan untuk merealisasikan sebuah science centre, dibentuklah supporting committeee pada 1987 untuk lebih memasyarakatkan apa itu science centre. Caranya, dengan menggelar beberapa pameran fisika dan matematika tingkat nasional.
Pada 1988-1990, sebagai cikal bakal science centre, dikembangkan 20 peragaan interaktif bidang ilmu pengetahuan alam (IPA) di Anjungan Istana Anak-Anak TMII. Ternyata animo pengunjung sangat baik, karena dinilai mampu memperkenalkan iptek secara lebih mudah dan nyata kepada remaja.
Untuk lebih mengembangkan science centre, pemerintah waktu itu menjalin kerjasama dengan US Agency for International Development dan Asia Foundation. Dari hasil kerjasama itu muncul masterplan PP Iptek yang kemudian direalisasikan pembangunannya oleh tim Kementerian Ristek, Musee de la Vilete, Sopha Development dari Perancis dan pihak swasta PT Tripanoto Sri Konsultan. Singkatnya, PP Iptek yang berada di gedung Terminal B Skylift-TMII seluas 1.000 m2 kemudian diresmikan Presiden Soeharto, tepatnya pada 20 April 1991. Baru pada 10 November 1995 PP Iptek menempati gedung baru seluas 24.000 m2 bergaya arsitektur futuristik di atas lahan seluas 42.300 m2 di poros utama komplek TMII yang menghadap langsung ke Plaza Perdamaian Monumen KTT Non-Blok. Saat ini PP Iptek-TMII berisi sekira 250 alat peraga iptek interaktif.
Di sini pengunjung bisa mencoba alat peraga yang ada. Alat-alat peraga di dalam gedung ini boleh dilihat, dipegang, bahkan dimainkan. Alat-alat peraga iptek tersebut ditaruh di ruang demi ruang, area demi area, berdasarkan bidang keilmuannya. Ada area antariksa, lingkungan, energi, fluida, gelombang, listrik dan magnet, mekanika, optik, transportasi darat, transportasi udara, arena peneliti cilik, matematika, penyakit dan kesehatan dan masih banyak lagi lainnya.
Metode belajar di PP Iptek-TMII adalah discovery learning, dimana pengunjung bisa mencari sendiri pengetahuan yang dibutuhkan dengan cara berinteraksi dan bermain sambil belajar dengan alat peraga. Harga tiket masuk terbilang cukup murah, yakni hanya Rp16.500. Bandingkan dengan tiket masuk ke Snow Bay—juga di areal TMII—yang mencapai Rp120.000 per pengunjung.
1.    Banyak koleksi menarik
Banyak koleksi menarik yang bisa ditemukan di PP Iptek-TMII. Sebelum sampai di pintu masuk, di halamannya saja kita sudah bisa menjumpai beberapa objek peraga iptek.  Salah satunya adalah parabola penghantar suara jarak jauh. Dengan parabola berpasangan berdiameter lebih dari dua meter ini, kita bisa berkomunikasi dengan teman yang berjarak jauh dari kita.
Di tengah-tengah entrance area terdapat sebuah main landing gear pesawat Airbus 300, seakan menegaskan warna teknologi pada gedung ini. Begitu memasuki gedung, di bagian kiri terdapat relief para ilmuwan dunia semisal Plato, Copernicus, Newton, hingga  Albert Einstein.  Lalu ada gyroskop, alat bantu penyeimbang gravitasi yang biasanya digunakan pilot di pesawat terbang. Kita duduk di sebuah kursi sambil memegang sebuah roda berputar. Saat kita memiringkan  gyroskop, kursi yang kita duduki bergerak searah gyroskop. Tubuh kita pun serasa tertarik.
Prinsipnya adalah piringan berputar yang disangga oleh sebuah pelat. Saat piringan berputar, unit gyroskop tetap menjaga posisinya.  Gyroskop membantu kendali sayap dan menjaga pesawat tetap horisontal terhadap permukaan bumi. Di dekat gyroskop terdapat flight simulator untuk memberi pengunjung kesempatan mencoba menerbangkan sebuah model pesawat. Meski menggunakan simulasi komputer, kita  juga menggunakan remote control yang mirip aslinya. Gambar yang ditampilkan cukup baik dan realistik. Bila sang pilot tak mampu mengendalikan pesawat maka pesawat mini di PP Iptek itu akan tercebur ke dalam air. Tak jauh dari situ juga terdapat bagian-bagian pesawat yang asli.
Kemudian beranjak dari situ, kita menemukan ruang cahaya. Semua alat peraganya menggunakan prinsip cahaya. Salah satunya adalah zoetrope, yang menghasilkan ilusi dari gambar statis yang diputar dengan cepat. Kalau kepala seorang anak nampak putus dan seakan terhidang di atas sebuah piring, maka yang terjadi sesungguhnya adalah, tubuh anak itu tersembunyi karena tipuan cermin. Sehingga hanya memperlihatkan kepalanya.
Zoetrope pertama diciptakan oleh Ting Huang pada 180 M di China. Pada1834 William George Horner membuat Zoetrope yang modern pertama yang dia beri nama Daedalum atau the wheel of the devil. William F. Lincoln di tahun 1860-lah yang memberi nama zoetrope.
Di ruang cahaya banyak sekali cermin dan tipuannya. Kita bisa melihat cerminan diri kita menjadi gemuk, sangat kurus, atau bahkan memiliki kepala seperti alien. Semua itu karena bentuk cermin yang tidak rata.
Di lantai bawah ada rumah gempa. Ini merupakan alat baru di PP Iptek-TMII. Mirip dengan rumah sebenarnya. Begitu simulasi dimulai, efek suara suara teriakan mucul. Gempa awalnya hanya berupa guncangan lemah, namun makin lama semakin keras.
Saat guncangan makin keras, perabot rumah tangga yang menjadi bagian dari dekor disana berdentuman, bergoncang, dan menimbulkan suara gaduh. Simulasi berlangsung singkat, tapi kita bisa benar-benar merasakan sensasi gempa bumi.
Di dekat ruang simulasi gempa terdapat ruang listrik yang punya banyak peralatan elektronik. Di antaranya baterai tangan, alat kuno yang mengandalkan zinc dan cuprum atau biasa kita kenal seng dan tembaga, dipopulerkan ahli fisika Itali, Alessadro Volta pada 1800.
Di area suara ada seperangkat angklung lengkap. Uniknya, angklung ini bergerak sendiri memainkan lagu, tentu sudah program. Atau contoh lain, bagaimana tsunami terjadi menyusul kejadian gempa bumi di bawah dasar laut. Pengunjung bisa mencobanya dengan alat simulasi tsunami yang terletak di Tsunami Corner. Dari percobaan yang kita lakukan, kita jadi tau mengapa dan bagaimana tsunami terjadi.
Kementerian Ristek menyumbangkan satu unit alat peraga Augmented Reality Volcanopedia Magicbox, alat peraga berbasis komputer untuk mempelajari kegunungapian di Indonesia dengan augmented reality alias teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Alat peraga Vulcanopedia ini menggunakan sistem operasi Igos yang mampu memvisualisasikan obyek 3D gunung berapi seperti lingkungan nyata.

2.        Memperkenalkan teknologi robot
Sejak awal 2012 PP Iptek-TMII juga mengadopsi lima robot dari Korea dan Perancis. Mereka adalah Naomi, Asuro, Bioloid, Crawler dan robot raksasa. Naomi adalah robot humanoid yang memiliki kesamaan ekspresi dengan manusia. Robot ini bisa diajak berbicara, dan melaksanakan perintah melalui suara. Ketika Anda menyuruhnya berdansa atau menari, dia akan melakukan gerakan itu. Dia juga bisa duduk dan berdiri layaknya manusia.
Asuro adalah robot berbentuk anjing yang dapat berinteraksi dengan manusia. Robot ini dapat meniru gerakan anjing aslinya. Misalnya ketika buang air kecil maka salah satu kaki belakangnya akan diangkat. Dia juga dapat melakukan gerakan aerobik bahkan bertinju. Jika diganggu, robot ini akan marah. Saat marah, bola matanya akan berwarna merah.
Ada lagi Bioloid yang merupakan robot humanoid yang dapat bermain sepak bola dan menari. Robot ini bisa mengikuti gerakan manusia dan binatang. Crawler adalah robot berkaki atau robot laba-laba. Robot ini dikenal sebagai robot pemburu api. Robot ini akan mencari keberadaan lampu yang dinyalakan (diibaratkan apinya) dan mematikannya. Sedangkan robot raksasa adalah ‘pengukur canggih’ yang pintar mengukur tinggi dan berat badan manusia.
Beberapa alat peraga memberikan tantangan lebih. Misalnya bersepeda di atas kawat baja, roket air, atau ‘disetrum’ listrik statis generator Van de Graaff. Kita bisa berharap, setelah kunjungan ke tempat ini anak-anak akan lebih giat dalam hal mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, baik di sekolah di rumah maupun di lingkungan di mana mereka tinggal.

D.      Museum Transportasi TMII
Museum Transportasi merupakan lembaga milik Departemen Perhubungan Republik Indonesia dengan maksud mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta peranannya. Tujuannya memberikan informasi dan tambahan pengetahuan kepada para pengunjung mengenai transportasi dan sejarah perkembangan teknologi transportasi sekaligus sebagai tempat rekreasi yang edukatif.
Pameran diselenggarakan di dalam dan di luar ruang. Pameran di dalam ruang dibagi dalam beberapa ruangan yang seolah-olah merupakan bangunan tersendiri, disebut modul; terdiri atas modul pusat, modul darat, modul laut, dan modul udara; baik dengan benda asli, tiruan, miniatur, foto, maupun diorama.
Modul pusat menggambarkan keberadaan transportasi tradisional masa lampau, mencakup transportasi darat dan laut dari berbagai daerah di Indonesia, berupa alat transportasi sederhana dengan menggunakan tenaga manusia, hewan, atau angin; antara lain cikar, andong, bendi, becak, perahu layar.
Modul darat menggambarkan keberadaan dan layanan transportasi darat, mencakup transportasi jalan raya, jalan baja, sungai, danau, dan penyeberangan, berupa alat transportasi yang sudah mulai menggunakan tenaga mesin awal sampai sekarang; antara lain cikar DAMRI yang merupakan armada pertama DAMRI dan berperan pada masa kemerdekaan (tahun 1946) sebagai alat angkut logistik militer di wilayah Surabaya dan Mojokerto.
Modul laut menggambarkan keberadaan dan layanan jasa transportasi laut yang telah menggunakan mesin, mencakup berbagai kapal penumpang, container, dok terapung, serta peralatan penunjangnya; dilengkapi paparan teknologi kelautan dengan berbagai jenis kapal laut, prasarana yang ada dewasa ini, serta peralatan penunjang lain.
Modul udara menggambarkan keberadaan dan layanan jasa transportasi udara serta perkembangannya dan teknologi peralatan transportasi udara, mencakup pesawat terbang, peralatan transportasi udara, dan peralatan bandar udara.
Pameran luar statis menampilkan berbagai jenis lokomotif generasi pertama Perusahaan Kereta Api Indonesia, termasuk rel kereta api dan terowongan, Kereta Api Luar Biasa (KLB) yang digunakan Presiden dan Wakil Presiden Rl Pertama Soekarno-Hatta pada waktu Pemerintah RI hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta, bis yang pernah dioperasikan di Indonesia, serta pesawat udara jenis DC-9 PK-GNT milik Garuda Indonesia yang pernah melayani penerbangan ke negara-negara Asean dan Australia. Di samping itu terdapat sebuah rangkaian kereta api, terdiri atas lokomotif dan dua gerbong kayu, sebagai sarana hiburan bagi pengunjung.
Museum Trasnportasi adalah museum milik Kementrian Perhubungan yang bertujuan mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta perannya dalam pembangunan nasional. Museum ini berdiri diatas lahan seluas 6,25 hektar. Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Ibu Tien Soeharto pada tanggal 14 Februari 1984, sedang pembangunannya dimulai pada tahun 1985 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1991.
Museum ini menampilkan berbagai moda transportasi yang mengandung nilai sejarah dan perannya dalam perjuangan bangsa. Keberadaan museum ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi sekaligus sebagai tempat rekreasi yang edukatif.
Pemeran diselenggarakan di dalam dan di luar ruangan. Pameran di dalam ruang dibagi menjadi beberapa tempat yang seolah-olah merupakan bangunan tersendiri yang disebut dengan modul, terdiri atas modul pusat, modul darat, modul laut dan modul udara, baik dengan benda asli, tiruan, miniatur, foto, maupun diorama.
Modul pusat menggambarkan keberadaan transportasi tradisional masa lampau, mencakup trasportasi darat dan laut dari berbagai daerah di Indonesia, berupa alat trasportasi sederhana dengan menggunakan tenaga manusia, hewan atau angina; antara lain Cikar, Andong, Bendi, Becak, Perahu layar.
Modul darat menggambarkan keberadaan dan layanan transportasi darat, yang mencakup transportasi jalan raya, jalan baja, sungai, danau dan penyebrangan, berupa alat transportasi yang sudah menggunakan tenaga mesin awal sampai sekarang, antara lain Cikar DAMRI yang merupakan armada pertama DAMRI  dan berperan pada masa kemerdekaan tahun 1946 sebegai alat angkut logistic militer di Surabaya dan Mojokerto. Selain bus tentunya ada gerbong kereta api beserta lokomotifnya, becak Siantar, berbagai jenis sepeda dan lain-lain.
Modul laut menggambarkan keberadaan dan layanan jasa transpotasi laut yang telah menggunakan mesin, mencakup berbagai kapal penumpang, container, dok terapung, serta peralatan penunjangnya ; dilengkapi paparan teknologi kelautan dengan berbagai jenis kapal laut, prasaranan dewasa ini, serta peralatan penunjang lainnya.\
Modul udara menggambarkan keberadaan layanan dan jasa transportasi udara serta perkembangannya serta teknologi peralatan transportasi udara, yang mencakup pesawat terbang, peralatan transpotasi udara, dan peralatan Bandar udara.
Pameran luar statis menampilkan berbagai jenis lokomotif generasi pertama Perusahaan Kereta Api Indonesia, termasuk rel kereta api dan terowongan, Kereta Api Luar Biasa (KLB)yang digunakan Presiden dan Wakil Presiden pertama Soekarno-Hatta pada waktu pemerintahan RI hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta. Selain itu juga terdapat bis yang pernah dioperasikan di Indonesia, serta pesawat udara jenis DC-9 PK-GNT milik garuda Indonesia yang pernah melayani penerbangan ke Negara Asean dan Australia. Di samping itu, terdapat mercusuar  buatan tahun 1879, berbagai ragam jenis alat transportasi tradisional Indonesia seperti perahu Banjar khas pedalaman, sebuah rangkaian kereta api, yang terdiri dari lokomotif dan dua gerbong kayu, sebagai sara hiburan bagi pengunjung.

E.       Trans Studio Bandung

Trans Studio Bandung adalah taman bermain di dalam ruangan terbesar di dunia yang dikelola oleh Trans Corp. Trans Studio Bandung adalah taman bermain di dalam ruangan kedua yang dibangun untuk menyusul kesuksesan Trans Studio Makassar yang dibangun pada tahun tahun 2009. Wahana yang disajikan diberi nama sesuai dengan program-program yang ada di Trans TV ataupun Trans7

Kawasan dan Wahana Permainan di Trans Studio Bandung

-        Studio Central
-         Yamaha Racing Coaster
-         Super Heroes 4D The Rides
-         Broadcast Museum
-         Dunlop Trans Car Racing
-         Indosat Galaxy Vertigo
-         Trans City Theatre
-         Giant Swing
-         Sibolang The Rides
-         Science Center
-         Dunia Anak
-        The Lost City
-         Jelajah
-         Kong Climb
-         Sky Pirates
-         Amphitheater
-        Magic Corner
-         Negeri Raksasa
-         Black Heart's Pirate Ship
-         Dragon Raiders
-         Pulau Liliput
-         Dunia Lain
-         Special Effect Action Show
-        Cafe and Resto
-         The Coffee Bean & Tea Leaf
-         Baskin Robbins
-         Corvette Diner
-         Studio Kuring
-         Studio Mie
-         Studio Steak
-        Trans Studio Store
-         2 Store di Studio Central (Merchandise & Candy)
-         1 Store di Lost City (Merchandise)
-         1 Store di Magic Corner (Merchandise)

-        Pertunjukkan Utama (Main Show)

-         Kabayan Goes to Hollywood
-         Legenda Putra Mahkota
-         Special Effect Action Show
-         Petualangan si Bolang & ZooCrew
-         The New Parade and Laser Show

-        Tiket Masuk

Harga tiket masuk Trans Studio Bandung adalah:
-         Senin s/d Jumat : Rp. 150.000,- (Seratus lima puluh ribu rupiah )
-         Sabtu - Minggu / Hari Libur : Rp. 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu rupiah )
Tambahan Rp. 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu rupiah ) untuk VIP Access, untuk Jalur Antrian Cepat dengan Pintu Khusus.
Berlaku untuk seluruh wahana dan atraksi sepuasnya atau dapat berkali-kali.Tiket masuk Trans Studio menggunakan kartu Mega Cash, harga kartu adalah Rp. 10.000,-. Kartu Mega Cash dapat digunakan untuk melakukan transaksi di semua outlet di dalam Trans Studio Theme Park.

F.       Wisata Belanja Cibaduyut

Cibaduyut merupakan salah satu daerah yang menjadi pusat kerajinan sepatu dan tas di Jawa Barat yang sangat terkenal. Bisa Anda saksikan sendiri di sepanjang jalan Cibaduyut tersebut kita bisa melihat berjejeran toko-toko yang memajang dagangan dengan didominasi tas dan sepatu. Apalagi kalau Anda masuk ke dalamnya, maka akan ditemukan lebih banyak lagi pertokoan tas dan sepatu. Meskipun namanya pusat sepatu dan tas namun yang dijual barangnya beraneka ragam seperti jaket kulit, tas kulit, dompet, ikat pinggang, boneka, sandal, tas gendong. Keseluruhan barang-barang tersebut diproduksi oleh masyarakat lokal yang memang terkenal dengan kerajinan tangannya.
Industri sepatu Cibaduyut telah dikenal sejak lama. Tak hanya dikenal di Bandung, tapi juga melanglang hingga ke luar kota. Beberapa pengusaha bahkan sempat mendapat pesanan dari luar negeri. Ini menandakan kualitas sepatu Cibaduyut setara dengan produk negara lain. Hanya saja, daya tarik produk Cibaduyut tak melonjak drastis. Perkembangannya bisa dikatakan stagnan. Namun produk Cibaduyut tak lekang oleh waktu. Pengalaman memberikan pelajaran berharga. Karena pengalaman itu pula, perajin sepatu di sana sering kebanjiran order, termasuk dari kalangan produsen asal Bandung dan Jakarta. Sepatu buatan Cibaduyut sebetulnya sudah banyak dipakai berbagai kalangan. Hanya saja, jika memakai label “Made in Cibaduyut”, nyaris tak banyak peminat. Konsumen lebih menyukai sepatu dengan merek asing yang terdengar lebih trendi dan up to date. Padahal, sepatu dengan merek terkenal kenyataannya banyak yang dibuat di sini.Pusat sepatu dan tas Cibaduyut disebut-sebut sebagai pusat penjualan sepatu yang terpanjang di dunia. Pertama kali diresmikan pada tahun 1989 oleh Presiden Soeharto dan langsung dijadikan sebagai daerah tujuan wisata. Sampai-sampai Cibaduyut dikenal sebagai sentra kerajinan tangan yang cukup terkenal di Indonesia. Bahkan beberapa hasil kerajinannya seperti sepatu dan tas ada yang diekspor.

















BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Alhamdulillah dengan taufiq, hidayah dan inayahNya, penulis dapat menyelesaikan laporan perjalanan yang dilaksanakan di Jakarta dan Bandung. Tujuan dari laporan perjalanan ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan, sebagai sarana pendidikan, sebagai sarana rekreasi dan sebagai sarana pendapat daerah setempat dan sebagai pengalaman yang terindah karena menuntut ilmu.
Walaupun laporan perjalanan ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin, namun penulis menyadari bahwa banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritiknya yang bersifat konstruktif guna perbaikan laporan perjalanan  ini sehingga menjadi lebih baik.
Dari pembahsan diatas, maka dapat di simpulkan bahwa :
1.      Monumen ini terletak Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di sebelah selatan terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, sebelah utara adalah Bandar Udara Halim Perdanakusuma, sedangkan sebelah timur adalah Pasar Pondok Gede, dan sebelah barat, Taman Mini Indonesia Indah.
2.      Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6°18′6.8″LS,106°53′47.2″BT. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia
3.      Pusat Peragaan Iptek atau biasa disingkat PP-Iptek yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, digagas oleh mantan Presiden RI Prof. Dr. BJ Habibie pada 1984, saat masih menjabat Menteri Riset dan Teknologi di masa pemerintahan Presiden Soeharto
4.      Museum Transportasi merupakan lembaga milik Departemen Perhubungan Republik Indonesia dengan maksud mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta peranannya. Tujuannya memberikan informasi dan tambahan pengetahuan kepada para pengunjung mengenai transportasi dan sejarah perkembangan teknologi transportasi sekaligus sebagai tempat rekreasi yang edukatif.
5.      Trans Studio Bandung adalah taman bermain di dalam ruangan terbesar di dunia yang dikelola oleh Trans Corp. Trans Studio Bandung adalah taman bermain di dalam ruangan kedua yang dibangun untuk menyusul kesuksesan Trans Studio Makassar yang dibangun pada tahun tahun 2009
6.      Cibaduyut merupakan salah satu daerah yang menjadi pusat kerajinan sepatu dan tas di Jawa Barat yang sangat terkenal. Bisa Anda saksikan sendiri di sepanjang jalan Cibaduyut tersebut kita bisa melihat berjejeran toko-toko yang memajang dagangan dengan didominasi tas dan sepatu

B.       Saran
Setelah kami berkunjung ketempat rekreasi itu, Penulis  mempunyai sedikit saran
1.      Untuk pihak pengelola di setiap objek wisata masih terdapat beberapa keadaan dan prasarana yang diperlakukan sebagai penunjang objek-objek tersebut antara lain:
-        Adanya buku-buku petunjuk dari objek itu sendiri yang memuat keterangan tentang objek tersebut, sejarah didirikannya, aturan-aturan yang harus dipatuhi dll.
-        Prasarana dan fasilitas di kawasan objek wisata di tingkatkan dan ditempatkan di tempat yang strategis untuk keadaan yang mendesak.
2.      Untuk SMP Negeri 3 Godong selaku penyelenggara karya wisata, maka perlu kiranya untuk:
-        Menambah waktu kunjungan di setiap objek wisata, sehingga siswa mendapatkan data-data yang lengkap. Dengan penambahan waktu diharapkan dapat menggali dan mendapatkan pengetahuan lebih banyak tentang objek wisata tersebut.
-        Rencana dipersiapkan dengan matang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

3.      Untuk teman-teman peserta karya wisata :
-        Hendaknya jangan membuang sampah disembarang tempat dan  lebih menjaga kebersihan obyek wisata yang dikunjungi.
-        Lebih tepat  jadwal agar perjalanan tidak berlarut-larut.
DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/wiki/Pusat_Peragaan_Ilmu_Pengetahuan_dan_Teknologi

http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Purna_Bhakti_Pertiwi


http://www.ancol.com/tamanpantai/pantaifestival

http://2dheart.wordpress.com/2010/04/27/pantai-festival-di-ancol-jakarta/


http://www.allaboutbandung.com/2012/08/wisata-belanja-cibaduyut.html















LAMPIRAN



Gbr 1. Macam-macam wahana di Trans Studio Bandung





Gbr 2. Macam-macam wahana tehnologi  di museum PP. IPTEK TMII










PENGESAHAN
Laporan Perjalanan disusun sebagai salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia semester genap di kelas VIII  SMP Negeri 3 Godong . Laporan ini telah diteliti dan disahkan di Godong pada :
Hari                 :
Tanggal           :




Guru Mapel Bahasa Indonesia

Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 3 Godong




..............................................
NIP. 19830814 200604 2 010





Sumarsih, S.Pd, M.Pd
NIP. 19720425 199702 2 001













MOTTO

1.        " Jangan mau menyerah meski yg lain hampir sampai di garis finish, tergesa2 akan membuatmu sulit berfikir, berfikirlah positif, karena semua itu akan membuatmu keluar dr permasalahanmu"
2.        "Menulis bukan hal yang mudah, namun membaca bagai menuip debu, jadi banyak-banyaklah membaca"
3.        "Senjata orang pintar adalah akademiknya, senjata seorang pelayan adalah sopan santunnya, sedangkan senjata orang yang berimajinasi adalah warna"
4.        "Seorang komikus mengganggap pensil adalah teman mainnya, seorang koki mengganggap dapur adalah tempat mainnya, sedangkan orang berimajinasi mengganggap imajinasinya sebagai dunianya"
5.        “Bukan pintar yang membuat kita sukses. Tapi keberanian yang mendorong kita untuk sukses”
6.        “Waktu akan terasa lambat bagi mereka yg menunggu, terlalu panjang bagi mereka yg gelisah, dan terlalu singkat bagi mereka yg bahagia, tetapi waktu akan terasa abadi bagi mereka yg mampu bersyukur”
7.        “Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata 'Ibu', dan panggilan indah adalah 'Ibuku'. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati”
8.        “Bila dua orang wanita berbicara, mereka tidak akan mengatakan apa-apa, tetapi jika seorang saja yang berbicara, dia kan membuka semua tabir kehidupannya”
9.        “Lebih baik diam dan membiarkan orang lain menganggapmu bodoh daripada terus berbicara hingga membuat mereka mengangapmu lebih bodoh dari yang mereka kira.”
10.    “Sesungguhnya seorang hamba apabila ia berbuat kesalahan maka dihatinya akan tertera setitik noda. Ketika ia telah beristighfar (meminta ampunan) dan bertaubat maka hati itu akan kembali cemerlang dan jika ia kembali melakukan kesalahan serupa maka hati itulah yang telah tertutup. Seperti halnya firman Allah dalam al-Muthafifin “demikian sebenarnya apa yang mereka lakukan itu telah menutupi hati mereka”




PERSEMBAHAN

Atas rahmat ALLAH yang Maha Esa ,akhirnya laporan perjalanan ini dapat tersusun dengan baik dan lancar. Penyusunan Laporan perjalanan ini kami persembahkan kepada :
1.      Kedua orangtua kami yang kami cintai
2.      Kepala SMP Negeri 3 Godong  Ibu Sumarsih,S.Pd, M.Pd
3.      Ibu pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII A
4.      Wali kelas VIII B
5.      Bapak/Ibu guru dan karyawan/karyawati SMP Negeri 3 Godong
6.      Kakak kelas dan adik kelas yang kami sayangi dan kami banggakan
7.      Teman-teman seperjuangan kami
8.      Dan tak lupa para pembaca yang budiman
















KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang maha esa ,yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kami,sehingga kami dapat menyelesaikan laporan perjalanan ini dengan baik dan lancar. Laporan perjalanan ini kami susun untuk memenuhi salah tugas mata pelajaran bahasa Indonesia semester genap kelas VIII di SMP Negeri 3 Godong tahun pelajaran 2015/2016
Dalam laporan perjalanan JAKARTA-BANDUNG ini semoga bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan dari segi teknologi modern dan menumpuk rasa cinta tanah air serta mempererat persaudaraan antara para peserta .Dalam menyusun laporan ini penulis memperoleh bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu kami ingin mengucapkan Terima Kasih kepada :
1.      Kedua orangtua kami yang kami cintai
2.      Kepala SMP Negeri 3 Godong  Ibu Sumarsih,S.Pd, M.Pd
3.      Ibu pengampug mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII A
4.      Wali kelas VIII B
5.      Bapak/Ibu guru dan karyawan/karyawati SMP Negeri 3 Godong
6.      Kakak kelas dan adik kelas yang kami sayangi dan kami banggakan
7.      Teman-teman seperjuangan kami
8.      Dan tak lupa para pembaca yang budiman
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman ,oleh karena itu penulis berharap saran dan kritik yang positif dari para pembaca,demi kesempurnaan laporan ini.


                                                Mulungan,    Mei 2016
                       


Penulis




DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ....................................................................................        i
PENGESAHAN............................................................................................        ii
MOTTO..........................................................................................................        iii
PERSEMBAHAN.........................................................................................        iv
KATA PENGANTAR...................................................................................        v
DAFTAR ISI.................................................................................................        vi
BAB I PENDAHULUAN
A.    Jenis Kegiatan..................................................................................        1
B.     Tujuan Kegiatan Di Dalam Perjalanan.............................................        1
C.     Peserta..............................................................................................        1
D.    Waktu Pelaksanaan Perjalanan.........................................................        1
E.     Tempat / Lokasi Yang Di Tuju di Jakarta Dan Bandung.................        1
BAB II OBYEK WISATA YANG DIKUNJUNGI
A.      Monumen Pancasila Sakti (lubang Buaya).......................................        2
B.       TMII.................................................................................................        5
C.       Pusat Peragaan IPTEK -TMII..........................................................        7
D.      Musium Transportasi - TMII............................................................        11
E.       Trans Studio Bandung.....................................................................        14
F.        Wisata Belanja Cibaduyut...............................................................        15
BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan......................................................................................        17
B.       Saran................................................................................................        18
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN








LAPORAN PERJALANAN

JAKARTA - BANDUNG

Karya Tulis Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Pelajaran  Bahasa Indonesia Semester Genap

Disusun Oleh :
Nama          : 
Kelas          : 
No. Abs      : 22


 

SMP NEGERI 3 GODONG
Desa Jatilor Kec. Godong 58162 Kab. Grobogan
2015 / 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar