Rabu, 17 Juni 2015

MAKALAH PENGARUH ROKOK TERHADAP PERKEMBANGAN REMAJA



BAB I
PENDAHULUAN
                                                
A.     LATAR BELAKANG
Masa remaja yaitu masa di mana terjadinya kelabilan jiwa karena telah memasuki fase dari anak-anak menuju fase dewasa. Pada umumnya masa remaja yaitu antara 12-21 tahun. Pada perkembangan manusia, terdapat tuntutan-tuntutan psikologis yang harus dipenuhi, jika tidak maka akan menimbulkan dampak yang berkelanjutan. Remaja pun juga seperti itu, jika tuntutan itu tidak dipenuhi, maka akan menimbulkan dampak yang signifikan dalam perkembangannya menuju kedewasaan.
Kebiasaan merokok telah menjadi budaya di berbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok di seluruh dunia ini 47% adalah populasi pria sedangkan 12% adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Berbagai alasan orang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja ini adalah faktor gengsi dan agar disebut “jagoan”, malahan ada satu pepatah menarik yang digunkan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu “ada ayam jago di atas genteng, tidak merokok tidak ganteng”. Adapun berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok di atas biasanya kalah, seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.
Fenomena merokok di kalangan ramaja usia sekolah bukan pemandangan asing lagi. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, sebelum tahun 1995 prevalensi remaja terhadap rokok hanya tujuh persen. Pada 2010 naik menjadi 19 persen. 54,1 persen orang di atas usia 15 tahun merokok dan 43,3 persen dari jumlah keseluruhan perokok mulai merokok pada rentang usia 14-19 tahun. Jumlah perokok usia remaja di Indonesia terus meningkat.
Merokok merupakan salah satu masalah yang sulit dipecahkan. Apalagi sudah menjadi masalah nasional, dan bahkan internasional. Hal ini menjadi sulit, karena berkaitan dengan banyak faktor yang saling memicu, sehingga seolah- olah sudah menjadi lingkaran setan. Di tinjau dari segi kesehatan, merokok harus dihentikan karena menyebabkan kanker dan penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan kematian, oleh karena itu merokok harus dihentikan sebagai usaha pencegahan sedini mungkin. Terlebih diketahui bahwa sebagian besar perokok adalah remaja sehingga perlu adanya pencegahan dini yang dimulai dari pihak sekolah.
Berkaitan dengan fenomena di atas, maka perlu adanya penelitian mengenai perilaku merokok pada remaja agar bisa menambah wawasan tentang perilaku merokok dan cara menanggulanginya sehingga dapat mencegah timbulnya perilaku merokok pada remaja, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang  Pengaruh Rokok Terhadap Perkembangan Remaja.

B.    RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan makalah ini adalah membahas hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh rokok terhadap perkembangan remaja

C.    TUJUAN PENULISAN MAKALAH
Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penulisan dan penyusunan makalah ini adalah :
1.      Untuk memenuhi tugas mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas XI MIA di SMA YATPI Godong tahun ajaran 2014 / 2015.
2.      Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh rokok terhadap perkembangan remaja.

D.    METODE PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data melalui browsing dari internet.










BAB II
PEMBAHASAN

A.     DEFINISI REMAJA
 



Masa remaja merupakan salah satu  periode dari  perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa  perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologik, perubahan psikologik, dan perubahan sosial. Di sebagian besar masyarakat  dan budaya masa remaja pada umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. masa peralihan antara masa anak-anak yang dimulai saat terjadinya kematangan seksual yaitu antara  usia  11 atau 12 tahun sampai dengan  20 tahun, yaitu masa menjelang  dewasa muda. Berdasarkan umur kronologis dan berbagai kepentingan, terdapat defenisi tentang remaja yaitu:
1.    Pada buku-buku   pediatri,  pada umumnya  mendefenisikan  remaja adalah  bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun dan umur 12-20 tahun anak laki- laki.
2.    Menurut undang-undang  No. 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak, remaja adalah   yang  belum mencapai 21  tahun dan belum  menikah.
3.    Menurut undang-undang perburuhan, anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat tinggal.
4.    Menurut undang-undang  perkawinan No.1 tahun 1979, anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang, yaitu umur 16 tahun untuk perempuan dan  19 tahun untuk anak-anak laki-laki.
5.    Menurut dinas kesehatan anak dianggap sudah remaja apabila anak sudah berumur 18 tahun, yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah.6) Menurut WHO, remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun.

B.    DEFINISI ROKOK

 
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung.Di dalam rokok terkandung beberapa zat-zat kimia yang sangat berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit diantaranya,
-        Tar
-        Karbon Monoksida (Co)
-        Nikotin

C.    PENGARUH ROKOK TERHADAP REMAJA
Dewasa ini di Indonesia kegiatan merokok seringkali dilakukan individu dimulai di sekolah menengah pertama, bahkan mungkin sebelumnya. Kita sering melihat di jalan atau tempat yang biasanya dijadikan sebagai tempat “nongkrong” anak-anak tingkat sekolah menengah banyak siswa yang merokok. Pada saat anak duduk di sekolah menengah atas, kebanyakan pada siswa laki-laki merokok merupakan kegiatan yang menjadi kegiatan sosialnya. Menurut mereka merokok merupakan lambang pergaulan bagi mereka. Hampir semua orang mulai merokok dengan alasan yang sedikit sekali kaitannya dengan kenikmatan. Dalam pikiran remaja, rokok merupakan lambing kedewasaan. Sebagai seorang remaja mereka menggunakan berbagai cara agar terlihat dewasa. Seperti halnya remaja ingin mencoba melakukan apa yang sering dilakukan oleh orang dewasa, dengan sembunyi-sembunyi remaja pria mencoba merokok karena seringkali mereka melihat orang dewasa melakukannya.”
Pada masa remaja, ada sesuatu yang lain yang sama pentingnya dengan kedewasaan, yakni solidaritas kelompok, dan melakukan apa yang dilakukan oleh kelompok. Apabila dalam suatu kelompok remaja telah melakukan kegiatan merokok maka individu remaja merasa harus melakukannya juga. Individu remaja tersebut mulai merokok karena individu dalam kelompok remaja tersebut tidak ingin dianggap sebagai orang asing, bukan karena individu tersebut menyukai rokok.

D.    FAKTOR PENYEBAB REMAJA MENGHISAP ROKOK
Perilaku adalah segala tindakan yang dilakukan oleh manusia yang mencakup kegiatan motoris dan juga aktifitas atau kegiatan yang bersifat praktis atau jiwani.
Menurut Alisjahbana (1986: 96) bahwa perilaku yang ditimbulkan oleh manusia tercermin dari segala tindakan dan perbuatan untuk mencapai tujuannya dimana manusia bergantung pada lingkungannya. muncul teori KAP (knowledge, attitude and practice) bahwa perilaku orang dipengaruhi oleh sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), akan tetapi semua perilaku terdapat variabel penting yang menjembataninya yaitu variabel motivasi.
Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
1.    Faktor orangtua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.
2.    Teman sebaya merokok
Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).
3.    Iklan rokok
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.

E.     DAMPAK MEROKOK DI KALANGAN REMAJA
Kerugian yang ditimbulkan dari perilaku merokok sangat banyak bagi kesehatan tapi sayangnya masi saja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsiogenik.
Sebagaimana halnya berbagai aktivitas, merokok ada dampak yang ditimbulkannya, baik dampak  positif  maupun  dampak negatif. Namun jika kita kaji lebih dalam merokok banyak mengandung dampak negatifnya dibanding dampak positifnya. Meskipun demikian, jumlah perokok tiap tahunnya semakin meningkat.
1.    Dampak positif dari merokok
Meskipun didalam bungkus rokok itu sendiri tertulis peringatan bahwa merokok dapat menyebabkan serangan jantung, kanker, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin, tetapi seperi tidak diperdulikan oleh para perokok. Kebanyakan para perokok mengatakan mulut terasa asam jika tidak merokok terlebih lagi setelah makan. Beberapa hal dianggap sebagai manfaat dari merokok adalah sebagai berikut:
1)    Mengurangi stress, tekanan perasaan yang kurang enak, secara tidak langsung menjadikan remaja lebih berani.
2)    Menimbulkan perasaan nikmat.
3)    Mempererat pergaulan antar kawan, terutama bila semua kawan merokok.
4)    Meningkatkan keberanian dan perasaan jantan, jagoan dan macho.
5)    Mengurangi nafsu makan, sehingga bisa mencegah kegemukan.
Dari kelima manfaat yang ditimbulkan dari merokok khususnya bagi para remaja yang digunakan sebagai alasan untuk merokok yaitu cenderung pada hal mengurangi stress, mempererat pergaulan dan meningkatkan keberanian dan perasaan jantan.
2.    Dampak negatif dari merokok
Sebenarnya jika kita mengetahui apa yang dihasilkan dari merokok adalah suatu hal yang belum jelas ada manfaatnya bahkan tidak ada manfaatnya terlebih lagi dari segi kesehatan, merokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Dalam bungkus rokok itu sendiri dicantumkan peringatan pemerintah bahwa merokok dapat menyebabkan serangan jantung, paru-paru, kanker, impotensi serta gangguan kehamilan dan janin. Dibawah ini akan disampaikan kerugian dari merokok antara lain:
-               Rokok mengandung 4000 jenis bahan racun yang berbahaya bagi kesehatan, antara lain yang telah dikenal baik adalah karbon monoksida (co) yang bisa mematikan, nikotin yang mendorong pengapuran jantung dan pembuluh darah, tar yang dapat menyumbat dan mengurangi fungsi saluran nafas dan menyebabkan kanker, serta berbagai racun pada hati, otak dan pembentuk kanker.
-               Rokok menurunkan konsentrasi, misalnya sewaktu mengemudi dan berpikir.
-               Rokok menurunkan kebugaran.
-               Rokok bukan hanya meracuni para perokok sendiri, namun juga orang disekitarnya (sebagai perokok pasif) dengan bahaya yang sama.
-               Rokok menimbulkan ketergantungan dan perasaan kehilangan sesuatu. Kalau rokok tidak tersedia, yang berakibat pada penurunan prestasi belajar dan bekerja.
-               Rokok memboroskan
-               Rokok dapat menyulut kebakaran
                      

F.     UPAYA MENGATASI ROKOK PADA REMAJA

 
Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Jika karena kecanduan, maka tips yang harus dilakukan adalah:
-        Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)
-        Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok
-        Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri
-        Berolahraga yang menyenagkan dan disukai secara teratur dan terukur
-        Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.
Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan tips berikut ini:
-        Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku
-        Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api
-        Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gihi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok
-        Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah, dll
-        Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.
Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:
-        Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.
-        Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.
-        Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.
-        Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok.
-        Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.
-        Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.









BAB III
PENUTUP

A.     SIMPULAN
Dari uraian yang diuraikan dalam bab pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan sbb :
1.     Merokok saat remaja membuatnya berisiko kena masalah kesehatan yang serius karena masih berada pada usia pertumbuhan. Rokok ini tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan pada tingkat fisik namun juga emosionalnya.Para ahli mengungkapkan risiko kesehatan merokok pada remaja jauh lebih buruk dibanding dengan orang dewasa yang merokok.
2.     Dampak yang ditimbulkan dari perilaku merokok.
-        Perilaku merokok sama dengan aktivitas lainnya yang memiliki dampak positif dan dampak negtaif dari merokokDampak positif. Dalam penelitian ini diketahui bahwa dengan merokok remaja dapat merasakan dampak positif bagi dirinya yaitu perasaan nikmat sebanyakdan bagi lingkungannya yaitu denagn merokok remaja bisa mempererat pergaulan yaitu sebanyak atau dengan kata lain dengan merokok remaja dianggap solider dengan lingkungan sosialnya terutama sesama teman sebayanya yang merokok.
-        Dampak negatif. selain dampak positif merokok juga dapat menimbulkan dampak negatif. Kecenderungan remaja dalam penelitian ini diketahui bahwa dengan merokok mereka merasakan dampak negatif yaitu memboroskandan sisanya yaitu menimbulkan ketergantungan.

B.    SARAN
Demikianlah makalah yang kami  buat ini, mudah – mudahan apa yang saya paparkan bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi kita semua untuk lebih mengenal mengenai pengaruh rokok terhadap perkembangan remaja. Kami menyadari apa yang kami paparkan dalam makalah ini tentu  masih belum  sesuai apa yang di harapkan dengan  ini saya berharap masukan yang lebih banyak lagi dari guru pembimbing dan teman – teman semua.


DAFTAR PUSTAKA


http://karamhamzal.blogspot.com/2012/02/v-behaviorurldefaultvmlo_5347.html
 (Diakses Hari Rabu, 28 Januari 2015)

http://www.yupinter.com/2014/03/makalah-pengaruh-rokok-terhadap.html
(Diunduh Hari Rabu, 28 Januari 2015)

http://science-student14.blogspot.com/2013/04/bahaya-merokok-bagi-remaja.html
(Diakses Hari Rabu, 28 Januari 2015)
























KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr.Wb
            Dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada penulis, sehingga tugas makalah “ PENGARUH ROKOK TERHADAP PERKEMBANGAN REMAJA” yang merupakan tugas dari mata pelajaran bahasa Indonesia  ini dapat terselesaikan dengan tepat pada waktunya.
            Dalam penulisan tugas yang berupa makalah ini, penulis telah banyak menerima bantuan dan saran dari semua pihak, maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sebesarnya kepada Guru pembimbing , teman-teman serta semua pihak yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga tugas makalah ini dapat selesai dengan baik.
            Penulis menyadari bahwa tidak ada gading yang tak retak, karena dalam penulisan ini mungkin masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi sempurnanya penulisan makalah ini dan juga tugas-tugas berikutnya
Wasalamualaikum Wr.Wb

Purwodadi , 28 Januari 2015


                                                            Tim Penulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar